Mbah Umar Kacong dan Warisan Keteladanan dalam Tradisi dan Perlawanan Tirtomoyo

15 Agustus 2025
TIRTA
Dibaca 9 Kali
Mbah Umar Kacong dan Warisan Keteladanan dalam Tradisi dan Perlawanan Tirtomoyo

Mbah Umar Kacong merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Desa Tirtomoyo. Beliau dikenal sebagai sosok yang berjasa besar, baik dalam bidang keagamaan maupun perjuangan melawan ketidakadilan di masa lalu.

Mbah Umar wafat pada tahun 2014, namun hingga kini namanya tetap dikenang oleh masyarakat sekitar. Beliau lahir dan besar di lingkungan Mendit, namun di kemudian hari memilih tinggal di Pasuruan.

 Meski telah lama menetap di sana, beliau meninggalkan wasiat agar dimakamkan di Tirtomoyo, tempat yang dianggapnya sebagai tanah perjuangan dan pengabdian.

Semasa hidupnya, Mbah Umar Kacong dikenal sebagai pendiri pondok pesantren dan tokoh yang berperan penting dalam membangun masjid serta pendidikan agama di wilayah Genitri dan sekitarnya.

Beliau juga dikenal sebagai sosok pemberani yang turut menghadang gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Tirtomoyo.

Dalam masa-masa genting tersebut, Mbah Umar turut memperjuangkan keberlangsungan pesantren dan masjid agar tetap menjadi pusat pembinaan moral masyarakat.

Karena jasa-jasanya, banyak masyarakat menganggap beliau sebagai pahlawan lokal yang turut menjaga nilai-nilai keagamaan dan ketertiban di masa tersebut.

Hingga saat ini, makam Mbah Umar Kacong masih sering diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah, termasuk dari pesantren dan masjid yang pernah beliau bantu bangun.

Setiap bulan Maulid, masyarakat sekitar mengadakan doa bersama di makam beliau sebagai bentuk penghormatan dan mengenang perjuangannya.

Uniknya, lingkungan sekitar makam kini menjadi kompleks pemakaman keluarga Mbah Umar Kacong, hal ini sebagai wujud kedekatan batin dan penghargaan dari keluarga besar beliau.

Kehadiran makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga simbol warisan perjuangan dan keteladanan yang terus hidup di hati masyarakat Tirtomoyo.